• PGN.OR.ID | FORUM PERSATUAN GURU NGAJI KAB. BANDUNG
  • Forum Guru Ngaji, Pembinaan Pendidikan Islam & Dakwah Indonesia

Di Balik Ramainya Konten Lebaran, Ini yang Terjadi di TPQ

Di banyak desa, suasana Lebaran memang terasa hangat. Anak-anak pulang kampung, keluarga berkumpul, dan momen kebersamaan begitu terasa. Namun di balik itu, ada satu hal yang sering luput—aktivitas di TPQ justru tidak sepenuhnya berhenti.

Lalu, di tengah euforia Lebaran yang viral di media sosial, bagaimana sebenarnya kondisi pendidikan Islam di lapangan?

Fenomena ini masih terjadi hingga hari ini. Di sejumlah TPQ dan madrasah kecil, guru ngaji tetap membuka kelas meski jumlah santri berkurang. Sebagian anak memilih libur, namun tidak sedikit yang tetap datang untuk belajar mengaji.

Untuk memahami lebih dalam, kamu bisa membaca laporan utama di https://pgn.or.id/read/15/saat-tiktok-ramai-lebaran-guru-ngaji-tetap-mengajar yang mengangkat realita guru ngaji di tengah tren digital.

Masalahnya tidak sesederhana itu.

Ketika perhatian masyarakat terfokus pada perayaan dan konten hiburan, keberlangsungan pendidikan Islam sering kali berjalan tanpa sorotan. Guru ngaji tetap hadir, meski dalam kondisi sederhana, bahkan dengan fasilitas yang terbatas.

Di titik ini, TPQ bukan sekadar tempat belajar—melainkan benteng terakhir pendidikan akhlak di tingkat akar rumput.

Dampaknya sangat terasa. Anak-anak yang tetap belajar selama momentum seperti Lebaran memiliki kedisiplinan dan kedekatan dengan nilai agama yang lebih kuat dibandingkan yang sepenuhnya berhenti.

Namun, tantangan tetap ada. Kurangnya dukungan dan perhatian membuat banyak TPQ berjalan seadanya. Jika kondisi ini terus terjadi, maka kesenjangan pendidikan Islam di desa akan semakin nyata.

Solusinya ada pada kita bersama. Dukungan masyarakat, perhatian terhadap guru ngaji, dan penguatan komunitas menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan dakwah di lapangan.

Mari kita mulai dengan hal sederhana—tidak melupakan mereka yang tetap mengajar di tengah suasana Lebaran.

Dukung guru ngaji, bergabung dalam komunitas, dan sebarkan kebaikan.

Komentari Tulisan Ini