<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
    xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
    xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
    <atom:link href="https://pgn.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<title>PGN.OR.ID | Forum Persatuan Guru Ngaji Kab. Bandung</title>
    <link>https://pgn.or.id/feed</link>
    <description>PGN.or.id adalah wadah digital resmi Forum Persatuan Guru Ngaji Indonesia yang berkomitmen membangun kolaborasi, memperkuat peran guru ngaji, serta mewujudkan pendidikan keagamaan yang berkualitas dan membumi di tengah masyarakat. Bersatu, Berdaya, dan Berdampak.</description>
    <dc:language>en-en</dc:language>
    <dc:creator>rektor@pgn.or.id</dc:creator>
    <dc:rights>Copyright 2026</dc:rights>
    <admin:generatorAgent rdf:resource="https://sdn-cisaat.siloam.sch.id/" />
            <item>
            <title>Di Balik Ramainya Konten Lebaran, Ini yang Terjadi di TPQ</title>
            <link>https://pgn.or.id/read/16/di-balik-ramainya-konten-lebaran-ini-yang-terjadi-di-tpq</link>
            <guid>https://pgn.or.id/read/16/di-balik-ramainya-konten-lebaran-ini-yang-terjadi-di-tpq</guid>
            <description><![CDATA[ Di banyak desa, suasana Lebaran memang terasa hangat. Anak-anak pulang kampung, keluarga berkumpul, dan momen kebersamaan begitu terasa. Namun di balik itu, ada satu hal yang sering luput&mdash;aktivitas&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Sat, 21 Mar 2026 17:07:03 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ Di banyak desa, suasana Lebaran memang terasa hangat. Anak-anak pulang kampung, keluarga berkumpul, dan momen kebersamaan begitu terasa. Namun di balik itu, ada satu hal yang sering luput&mdash;aktivitas di TPQ justru tidak sepenuhnya berhenti.
Lalu, di tengah euforia Lebaran yang viral di media sosial, bagaimana sebenarnya kondisi pendidikan Islam di lapangan?
Fenomena ini masih terjadi hingga hari ini. Di sejumlah TPQ dan madrasah kecil, guru ngaji tetap membuka kelas meski jumlah santri berkurang. Sebagian anak memilih libur, namun tidak sedikit yang tetap datang untuk belajar mengaji.
Untuk memahami lebih dalam, kamu bisa membaca laporan utama di https://pgn.or.id/read/15/saat-tiktok-ramai-lebaran-guru-ngaji-tetap-mengajar yang mengangkat realita guru ngaji di tengah tren digital.
Masalahnya tidak sesederhana itu.
Ketika perhatian masyarakat terfokus pada perayaan dan konten hiburan, keberlangsungan pendidikan Islam sering kali berjalan tanpa sorotan. Guru ngaji tetap hadir, meski dalam kondisi sederhana, bahkan dengan fasilitas yang terbatas.
Di titik ini, TPQ bukan sekadar tempat belajar&mdash;melainkan benteng terakhir pendidikan akhlak di tingkat akar rumput.
Dampaknya sangat terasa. Anak-anak yang tetap belajar selama momentum seperti Lebaran memiliki kedisiplinan dan kedekatan dengan nilai agama yang lebih kuat dibandingkan yang sepenuhnya berhenti.
Namun, tantangan tetap ada. Kurangnya dukungan dan perhatian membuat banyak TPQ berjalan seadanya. Jika kondisi ini terus terjadi, maka kesenjangan pendidikan Islam di desa akan semakin nyata.
Solusinya ada pada kita bersama. Dukungan masyarakat, perhatian terhadap guru ngaji, dan penguatan komunitas menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan dakwah di lapangan.
Mari kita mulai dengan hal sederhana&mdash;tidak melupakan mereka yang tetap mengajar di tengah suasana Lebaran.
Dukung guru ngaji, bergabung dalam komunitas, dan sebarkan kebaikan. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Saat TikTok Ramai Lebaran, Guru Ngaji Tetap Mengajar</title>
            <link>https://pgn.or.id/read/15/saat-tiktok-ramai-lebaran-guru-ngaji-tetap-mengajar</link>
            <guid>https://pgn.or.id/read/15/saat-tiktok-ramai-lebaran-guru-ngaji-tetap-mengajar</guid>
            <description><![CDATA[ Di banyak kampung, suasana Lebaran mulai terasa bahkan sebelum waktunya tiba. Video hampers, outfit baru, hingga momen mudik ramai berseliweran di TikTok. Namun di balik itu, ada realita yang jarang terlihat&mdash;di&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Sat, 21 Mar 2026 16:42:05 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ Di banyak kampung, suasana Lebaran mulai terasa bahkan sebelum waktunya tiba. Video hampers, outfit baru, hingga momen mudik ramai berseliweran di TikTok. Namun di balik itu, ada realita yang jarang terlihat&mdash;di sudut mushola sederhana, seorang guru ngaji masih setia mengajar seperti biasa.
Lalu, di tengah hiruk-pikuk perayaan digital itu, siapa yang sebenarnya memperhatikan mereka?
Fenomena ini masih terjadi di berbagai daerah. Di sejumlah desa, aktivitas pendidikan Islam tidak berhenti hanya karena momentum Lebaran. Guru ngaji tetap datang ke TPQ atau madrasah kecil untuk membimbing anak-anak membaca Al-Qur&rsquo;an, meski jumlah santri kadang berkurang karena sebagian sudah pulang kampung.
Kondisi ini menjadi bagian dari wajah nyata dakwah di lapangan. Seperti yang sering diangkat dalam berbagai laporan di Persatuan Guru Ngaji Indonesia melalui situs resminya pgn.or.id, peran guru ngaji tidak hanya sebatas mengajar, tetapi juga menjaga nilai-nilai pendidikan Islam di tengah masyarakat.
Masalahnya tidak sesederhana itu.
Di saat konten Lebaran di media sosial memperlihatkan kebahagiaan dan kemewahan, banyak guru ngaji justru menghadapi keterbatasan. Tidak semua mendapatkan perhatian, apalagi dukungan finansial seperti yang sering dibayangkan publik. Bahkan, ada yang tetap mengajar tanpa kepastian insentif.
Dalam konteks ini, dakwah bukan sekadar ceramah atau kegiatan formal. Ia hadir dalam bentuk paling sederhana: kesabaran mengajar huruf demi huruf, membimbing anak-anak memahami dasar-dasar agama, dan menjaga keberlangsungan pendidikan Islam di tingkat akar rumput.
Di titik ini, guru ngaji bukan sekadar mengajar&mdash;mereka sedang menjaga masa depan umat.
Dampaknya tidak kecil. Anak-anak yang rutin belajar di TPQ atau madrasah memiliki pondasi nilai yang lebih kuat. Mereka tidak hanya belajar membaca Al-Qur&rsquo;an, tetapi juga memahami adab, akhlak, dan kehidupan sosial berbasis agama. Inilah bentuk nyata kontribusi guru ngaji yang sering luput dari perhatian.
Namun, tantangan ke depan semakin besar. Arus digital yang begitu cepat membuat generasi muda lebih dekat dengan layar dibandingkan lingkungan belajar tradisional. Jika tidak ada dukungan nyata, maka kesenjangan antara perkembangan teknologi dan pendidikan Islam di desa akan semakin lebar.
Solusinya tidak harus rumit. Dukungan bisa dimulai dari hal sederhana: memberi perhatian, membantu fasilitas belajar, hingga memperkuat komunitas guru ngaji agar lebih terorganisir. Peran masyarakat sangat penting untuk memastikan dakwah tetap berjalan di tengah perubahan zaman.
Melalui berbagai program dan inisiatif yang bisa diikuti di pgn.or.id, upaya pemberdayaan guru ngaji terus didorong agar mereka tidak berjalan sendiri.
Pada akhirnya, realita ini mengajarkan satu hal penting. Tidak semua yang berharga harus viral. Di saat dunia sibuk merayakan Lebaran di layar, ada mereka yang tetap setia menjaga cahaya pendidikan Islam di kampung-kampung.
Sudah saatnya kita melihat lebih dekat&mdash;dan tidak lagi mengabaikan peran mereka.
Mari dukung guru ngaji, bergabung dalam komunitas, dan sebarkan kebaikan agar dakwah terus hidup di tengah masyarakat. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Guru Ngaji Masih Bertahan di Tengah Keterbatasan</title>
            <link>https://pgn.or.id/read/14/guru-ngaji-masih-bertahan-di-tengah-keterbatasan</link>
            <guid>https://pgn.or.id/read/14/guru-ngaji-masih-bertahan-di-tengah-keterbatasan</guid>
            <description><![CDATA[ Di banyak kampung di Kabupaten Bandung, suara anak-anak mengaji masih terdengar setiap sore. Mereka duduk di lantai mushola sederhana, mengeja huruf demi huruf dengan penuh semangat. Namun di balik suasana&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Sat, 21 Mar 2026 13:06:56 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ Di banyak kampung di Kabupaten Bandung, suara anak-anak mengaji masih terdengar setiap sore. Mereka duduk di lantai mushola sederhana, mengeja huruf demi huruf dengan penuh semangat.
Namun di balik suasana itu, ada realita yang jarang terlihat&mdash;guru ngaji mengajar tanpa kepastian penghasilan, bahkan sering mengeluarkan biaya sendiri untuk kebutuhan belajar.
Lalu, sampai kapan kondisi ini akan terus terjadi?

Peran Guru Ngaji yang Tak Tergantikan
Guru ngaji bukan hanya mengajarkan membaca Al-Qur&rsquo;an. Mereka membentuk karakter, menanamkan akhlak, dan menjadi penjaga nilai-nilai agama di tengah masyarakat.
Dalam banyak kasus, guru ngaji justru menjadi figur yang paling dekat dengan anak-anak di lingkungan kampung. Peran ini tidak tergantikan oleh sistem pendidikan formal sekalipun.
Beberapa kegiatan pembinaan serupa juga terlihat dalam program komunitas di Persatuan Guru Ngaji Indonesia, yang terus mendorong penguatan peran guru ngaji di berbagai daerah.

Realita di Lapangan Masih Memprihatinkan
Masalahnya tidak sesederhana itu.
Banyak guru ngaji mengajar secara sukarela, tanpa dukungan fasilitas yang memadai. Bahkan tidak sedikit yang harus membeli alat tulis, kitab, hingga peralatan belajar dari kantong pribadi.
Dalam laporan kegiatan sebelumnya, kondisi serupa juga terlihat pada berbagai kegiatan dakwah berbasis kampung yang terus berjalan meski dengan keterbatasan.

Dampak Besar bagi Masyarakat
Jika peran guru ngaji melemah, dampaknya tidak hanya pada pendidikan agama, tetapi juga pada karakter generasi muda.
Anak-anak kehilangan pembimbing moral, masyarakat kehilangan figur panutan, dan nilai-nilai keislaman perlahan memudar.
Di sinilah peran guru ngaji sebenarnya diuji&mdash;bukan sekadar mengajar, tetapi menjaga arah masa depan umat.
&nbsp;

Solusi: Kolaborasi dan Dukungan Nyata
Perlu ada langkah nyata untuk memperkuat posisi guru ngaji.
Mulai dari dukungan masyarakat, program pembinaan, hingga perhatian dari pemerintah daerah.
Komunitas seperti Persatuan Guru Ngaji menjadi salah satu wadah penting untuk membangun jaringan, berbagi pengalaman, dan memperkuat solidaritas antar guru ngaji.

Penutup
Guru ngaji bukan sekadar pengajar di mushola. Mereka adalah penjaga nilai, pembentuk karakter, dan fondasi masa depan umat.
Mari kita tidak hanya melihat, tapi juga ikut mendukung.
Sudah saatnya kita bersama-sama menguatkan peran guru ngaji di tengah masyarakat. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>APK Berbahaya Mengintai, Data Pribadi Jadi Target</title>
            <link>https://pgn.or.id/read/13/apk-berbahaya-mengintai-data-pribadi-jadi-target</link>
            <guid>https://pgn.or.id/read/13/apk-berbahaya-mengintai-data-pribadi-jadi-target</guid>
            <description><![CDATA[ Ancaman keamanan digital kembali menjadi perhatian setelah maraknya penyebaran aplikasi ilegal (APK) yang berpotensi mencuri data pengguna. Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa file yang terlihat&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Sat, 21 Mar 2026 08:39:41 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ Ancaman keamanan digital kembali menjadi perhatian setelah maraknya penyebaran aplikasi ilegal (APK) yang berpotensi mencuri data pengguna. Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa file yang terlihat biasa justru bisa menjadi pintu masuk kejahatan siber.
Fenomena ini tidak muncul tiba-tiba. Dalam beberapa waktu terakhir, tren penyebaran APK berbahaya meningkat, terutama melalui pesan instan seperti WhatsApp dan media sosial. Modusnya pun semakin beragam, mulai dari undangan digital hingga notifikasi palsu yang memancing rasa penasaran pengguna.
Cara Kerja APK Berbahaya
Secara umum, aplikasi ilegal ini telah dimodifikasi agar mampu mengambil berbagai akses penting di perangkat korban. Setelah terinstal, aplikasi dapat:


Membaca pesan SMS


Mengakses daftar kontak


Mengambil kode OTP perbankan


Jika sudah sampai tahap ini, pelaku bisa dengan mudah mengambil alih akun hingga menguras isi rekening korban.
Kasus seperti ini bukan yang pertama, dan polanya mulai berulang.
Analisis: Lemahnya Kesadaran Digital
Masalah utama bukan hanya pada kecanggihan pelaku, tetapi juga rendahnya kesadaran pengguna. Banyak orang masih menganggap semua file yang diterima aman, terutama jika dikirim oleh kontak yang dikenal.
Padahal, perangkat yang sudah terinfeksi sering kali digunakan untuk menyebarkan file berbahaya ke kontak lain, sehingga korban terus bertambah tanpa disadari.
Temuan serupa juga pernah diulas dalam laporan investigasi oleh Sorot Perkara yang mengungkap bagaimana aplikasi palsu digunakan sebagai alat utama dalam penipuan digital.
Laporan lengkapnya dapat dibaca di: https://sorotperkara.co.id/waspada-modus-apk-berbahaya-intai-pengguna-hp/
Dampak yang Perlu Diwaspadai
Dampak dari serangan ini tidak hanya bersifat finansial. Kebocoran data pribadi juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kejahatan lanjutan, termasuk penipuan identitas.
Jika tidak segera diantisipasi, kasus seperti ini berpotensi menjadi ancaman serius dalam kehidupan digital masyarakat.
Langkah Pencegahan
Untuk menghindari risiko tersebut, pengguna perlu lebih waspada:


Hindari mengunduh aplikasi dari luar Play Store


Periksa izin akses aplikasi sebelum instalasi


Jangan mudah percaya pada file mencurigakan


Langkah sederhana ini bisa menjadi perlindungan awal dari serangan yang lebih besar.
Penutup
Perkembangan teknologi seharusnya memudahkan kehidupan, bukan menjadi celah kejahatan. Tanpa kesadaran digital yang cukup, pengguna akan terus menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan siber. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Forum Guru Ngaji, Pilar Moral Negeri (PGN&#45;OR.ID)</title>
            <link>https://pgn.or.id/read/10/forum-guru-ngaji-pilar-moral-negeri-pgn-orid</link>
            <guid>https://pgn.or.id/read/10/forum-guru-ngaji-pilar-moral-negeri-pgn-orid</guid>
            <description><![CDATA[ Forum Persatuan Guru Ngaji (PGN) hadir sebagai kekuatan moral bangsa, mengangkat peran guru ngaji sebagai agen perubahan melalui dakwah dan pendidikan karakter di seluruh penjuru negeri. PGN KB &ndash;&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Sat, 02 Aug 2025 08:33:41 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
Forum Persatuan Guru Ngaji (PGN) hadir sebagai kekuatan moral bangsa, mengangkat peran guru ngaji sebagai agen perubahan melalui dakwah dan pendidikan karakter di seluruh penjuru negeri. PGN KB &ndash; Kabupaten Bandung.

Dalam hiruk-pikuk arus modernisasi dan derasnya informasi digital, keberadaan guru ngaji justru menjadi penopang penting dalam menjaga akar moral dan spiritual bangsa. Forum Persatuan Guru Ngaji (PGN) hadir sebagai wadah solid yang menyatukan ribuan guru ngaji dari berbagai pelosok Indonesia, khususnya dari desa-desa hingga kota.
Forum ini tidak sekadar tempat berkumpulnya para pengajar Al-Qur&rsquo;an, melainkan ruang strategis dalam membangun nilai, karakter, dan etika generasi muda. Di tengah tantangan zaman, guru ngaji memainkan peran sebagai penjaga nilai dan penyambung tradisi keislaman yang rahmatan lil &lsquo;alamin.
&ldquo;Jika satu guru bisa mengubah satu murid, maka seribu guru ngaji bisa mengubah arah sebuah bangsa,&rdquo; begitu salah satu kutipan kuat yang menjadi semangat gerakan PGN. Melalui dakwah bil hikmah, pendekatan penuh kasih, serta program pemberdayaan&mdash;seperti pelatihan, advokasi, dan insentif kemitraan&mdash;PGN berupaya mengangkat harkat dan kesejahteraan para guru ngaji agar tetap semangat dalam mengabdi.
Sebagai bagian dari elemen keumatan yang hidup dan dinamis, forum ini terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, dan media dakwah digital. Dengan semangat &ldquo;Mengaji, Mengabdi, Membangun Negeri,&rdquo; PGN.or.id menjadi mercusuar gerakan moral bangsa yang membumi dan membangun dari akar rumput. ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Pelatihan Guru Ngaji di Kampung Cipadung Wetan: Menyulam Harapan dari Musala Sederhana</title>
            <link>https://pgn.or.id/read/4/pelatihan-guru-ngaji-di-kampung-cipadung-wetan-menyulam-harapan-dari-musala-sederhana</link>
            <guid>https://pgn.or.id/read/4/pelatihan-guru-ngaji-di-kampung-cipadung-wetan-menyulam-harapan-dari-musala-sederhana</guid>
            <description><![CDATA[ &ldquo;Kami tidak punya banyak fasilitas, tapi kami punya niat yang tak pernah padam,&rdquo; ujar Ustazah Iroh, salah satu pengajar di Kampung Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Kabupaten Bandung.&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 12:00:31 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
&ldquo;Kami tidak punya banyak fasilitas, tapi kami punya niat yang tak pernah padam,&rdquo; ujar Ustazah Iroh, salah satu pengajar di Kampung Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Kabupaten Bandung.


Fakta Singkat:


Lokasi: Kampung Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Kabupaten Bandung


Waktu: 31 Juli 2025


Tokoh/Kontributor: Ustazah Iroh, Relawan PGN-KB


Dokumentasi: Galeri Pelatihan PGN



Membina dari Pelosok: Latar Belakang Kegiatan
Di tengah keterbatasan ruang dan fasilitas, para guru ngaji di Kampung Cipadung Wetan tak pernah berhenti menyalakan lentera ilmu. Melalui sinergi PGN-KB dan Yayasan Nurul Qolbu Albaroqah, pelatihan dasar metodologi mengaji diadakan selama dua hari.
Musala kecil di kampung itu disulap menjadi ruang pelatihan intensif, diikuti oleh 26 guru ngaji dari sekitar Kecamatan Panyileukan.

Materi dan Aktivitas
Pelatihan ini mencakup:


Metodologi pengajaran Iqra&rsquo; dan Al-Qur&rsquo;an untuk anak-anak


Praktik mengajar dengan pendekatan kasih sayang


Pemahaman dasar psikologi santri usia dini


Adab pengajar dan nilai dakwah komunitas



&ldquo;Saya belajar bukan hanya cara mengajar, tapi juga cara menyentuh hati anak-anak,&rdquo; ucap Kang Asep, salah satu peserta.


Nilai dan Refleksi
Kegiatan ini bukan hanya soal ilmu, tapi juga tentang memperkuat silaturahmi, membangkitkan semangat, dan memperjelas arah dakwah kampung.
PGN-KB berkomitmen menjadikan setiap guru ngaji sebagai agen perubahan moral dan spiritual.

Mari Dukung Dakwah dari Kampung
Pelatihan ini akan terus dilaksanakan secara bergilir di berbagai kecamatan Kabupaten Bandung. Anda bisa ikut menyebarkan manfaat melalui:


Donasi untuk perlengkapan guru ngaji


Menjadi relawan pengajar


Menyebarkan informasi dakwah PGN



Karena perubahan besar sering dimulai dari tempat yang sederhana &mdash; dari musala kecil, dari guru ngaji yang tak pernah lelah.


Artikel Terkait
Peresmian PGN-KB oleh Kang DSKisah Ustaz Encep: Dakwah di Tengah Ladang Teh ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Peresmian PGN&#45;KB oleh Kang DS: Kolaborasi Dakwah &amp; Pendidikan di Kabupaten Bandung</title>
            <link>https://pgn.or.id/read/5/peresmian-pgn-kb-oleh-kang-ds-kolaborasi-dakwah-pendidikan-di-kabupaten-bandung</link>
            <guid>https://pgn.or.id/read/5/peresmian-pgn-kb-oleh-kang-ds-kolaborasi-dakwah-pendidikan-di-kabupaten-bandung</guid>
            <description><![CDATA[ &ldquo;Guru ngaji adalah fondasi karakter bangsa. Kita harus dukung sepenuh hati.&rdquo; &mdash; Kang DS (H. Dadang Supriatna), Bupati Bandung Fakta Singkat: Lokasi: Bale Rame Soreang, Kecamatan Soreang,&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 07:00:31 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
&ldquo;Guru ngaji adalah fondasi karakter bangsa. Kita harus dukung sepenuh hati.&rdquo; &mdash; Kang DS (H. Dadang Supriatna), Bupati Bandung


Fakta Singkat:



Lokasi: Bale Rame Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung


Waktu: 31 Juli 2025


Tokoh/Kontributor: Bupati Bandung Kang DS, H. Uya Mulyana (Ketua PGN-KB), Tokoh Guru Ngaji Se-Bandung


Dokumentasi: Galeri Resmi Peresmian PGN-KB



Momen Bersejarah: Lahirnya PGN-KB
Hari itu, aula Bale Rame penuh sesak. Para guru ngaji, tokoh masyarakat, dan relawan dakwah dari berbagai kampung berkumpul. Acara resmi peluncuran Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN-KB) menjadi tonggak baru bagi gerakan dakwah dan pemberdayaan keagamaan di Bandung.
Dengan semangat &ldquo;Bandung Bedas&rdquo;, Bupati H. Dadang Supriatna (Kang DS) secara simbolis meresmikan PGN-KB sebagai mitra strategis pemerintah dalam membina akhlak dan literasi Qurani masyarakat.

Visi Sinergi PGN-KB &amp; Pemkab Bandung
Dalam sambutannya, Kang DS menegaskan:

&ldquo;PGN-KB ini bukan sekadar organisasi. Ini gerakan. Gerakan moral, gerakan sosial, dan gerakan spiritual.&rdquo;

PGN-KB mendapat dukungan penuh untuk:


Pelatihan berkala guru ngaji


Bantuan sarana musala/madrasah kampung


Penyediaan insentif atau stimulan untuk pengajar nonformal


Kolaborasi program keagamaan lintas kecamatan



Peran Nyata di Masyarakat
H. Uya Mulyana, Ketua PGN-KB, menyampaikan:

&ldquo;Kita ingin menjadikan guru ngaji bukan hanya mengajar, tapi menggerakkan&mdash;dari musala, dari kampung, dari nurani.&rdquo;

Ia juga mengajak seluruh elemen untuk berperan:


Relawan: bantu dokumentasi, publikasi, atau pelatihan


Donatur: bantu perlengkapan belajar, kitab, alat ngaji


Pemerintah desa: fasilitasi tempat dan akses program



Ajakan &amp; Harapan
Peresmian ini bukanlah akhir, tapi awal. PGN-KB akan turun ke kampung-kampung &mdash; dari Cibiru hingga Ciwidey, dari Nagreg hingga Pangalengan &mdash; membawa semangat dakwah yang membumi.
Mari bergabung dalam gerakan ini:Formulir Relawan PGN-KB | Donasi untuk Guru Ngaji

Karena mendukung guru ngaji, artinya menanamkan cahaya ke generasi mendatang.


Artikel Terkait
Pelatihan Guru Ngaji di PanyileukanVisi dan Misi PGN NEWS ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Kajian Ahad Pagi di Kampung Cibuntu: Menguatkan Iman dari Mushola Kecil</title>
            <link>https://pgn.or.id/read/6/kajian-ahad-pagi-di-kampung-cibuntu-menguatkan-iman-dari-mushola-kecil</link>
            <guid>https://pgn.or.id/read/6/kajian-ahad-pagi-di-kampung-cibuntu-menguatkan-iman-dari-mushola-kecil</guid>
            <description><![CDATA[ &ldquo;Kalau bukan dari sini, dari kampung, dari mushola, dari guru ngaji... dari mana lagi cahaya ilmu itu akan menyala?&rdquo; &mdash; Ustaz Deni, pengampu kajian Fakta Singkat: Lokasi: Kampung Cibuntu,&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 06:05:22 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
&ldquo;Kalau bukan dari sini, dari kampung, dari mushola, dari guru ngaji... dari mana lagi cahaya ilmu itu akan menyala?&rdquo; &mdash; Ustaz Deni, pengampu kajian


Fakta Singkat:


Lokasi: Kampung Cibuntu, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung


Waktu: Ahad pagi, 27 Juli 2025


Tokoh/Kontributor: Ustaz Deni, Ibu Teti (penggerak ibu-ibu ngaji), Remaja Mushola Al-Mubarok


Dokumentasi: Galeri Kajian Ahad Cibuntu



Pagi yang Menghidupkan Jiwa
Matahari belum tinggi ketika warga mulai berdatangan ke Mushola Al-Mubarok. Dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga remaja kampung&mdash;semua datang membawa niat: menuntut ilmu. Suasana hangat terasa, sederhana namun khusyuk.
Di tengah arus modernisasi yang cepat, Kajian Ahad Pagi di Kampung Cibuntu hadir sebagai oase spiritual&mdash;menyegarkan hati dan menguatkan iman warga.

Konten Kajian: Praktik Iman Sehari-hari
Ustaz Deni membawakan tema: &ldquo;Keikhlasan dalam Ibadah Kecil.&rdquo; Ia menyentuh persoalan sehari-hari&mdash;shalat subuh yang berat, kejujuran dalam jual beli, hingga menyapa tetangga yang tak seiman.

&ldquo;Kadang amal yang kecil jadi besar di sisi Allah, karena keikhlasan. Kadang sebaliknya. Jangan remehkan amal yang nampaknya biasa.&rdquo;

Kajian diselingi tanya-jawab ringan, dengan remaja dan ibu-ibu aktif bertanya. Bahkan Ibu Teti, koordinator pengajian, memberi ide untuk membuat buletin kampung berisi ringkasan kajian.

Dampak Nyata di Komunitas
Beberapa warga mengaku, kajian ini mengubah cara mereka memandang ibadah.

&ldquo;Saya pikir ngaji itu cuma hafalan. Tapi sekarang saya sadar, senyum dan sabar juga bagian dari agama,&rdquo; ujar Pak Iman, warga RT 03.

Kini, mushola mulai bergeliat. Jadwal ngaji rutin ditambah, remaja mulai aktif, dan mushola pun berencana mengadakan pesantren kilat untuk anak-anak kampung saat libur sekolah.

Mari Dukung Gerakan Kajian Lokal
Kajian seperti ini, walau kecil, menyentuh. Butuh dukungan dari kita semua:


Bantu mushola dengan kitab, mikrofon, atau sajadah


Ajak relawan dokumentasi dan publikasi kegiatan


Jadikan kajian kampung bagian dari gerakan dakwah berkelanjutan


Gabung Jadi Relawan Kajian | Donasi Mushola Kampung

Artikel Terkait
Peresmian PGN-KB oleh Kang DSVisi dan Misi PGN NEWS ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Pelatihan Majelis Taklim Perempuan di Kampung Cikoneng: Ibu&#45;Ibu yang Tak Lagi Diam</title>
            <link>https://pgn.or.id/read/7/pelatihan-majelis-taklim-perempuan-di-kampung-cikoneng-ibu-ibu-yang-tak-lagi-diam</link>
            <guid>https://pgn.or.id/read/7/pelatihan-majelis-taklim-perempuan-di-kampung-cikoneng-ibu-ibu-yang-tak-lagi-diam</guid>
            <description><![CDATA[ &ldquo;Kami mungkin bukan ustazah besar, tapi kami ingin paham agama, biar bisa jadi cahaya buat anak dan keluarga.&rdquo; &mdash; Ibu Yayah, peserta pelatihan Fakta Singkat: Lokasi: Kampung Cikoneng,&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 05:00:08 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
&ldquo;Kami mungkin bukan ustazah besar, tapi kami ingin paham agama, biar bisa jadi cahaya buat anak dan keluarga.&rdquo; &mdash; Ibu Yayah, peserta pelatihan


Fakta Singkat:


Lokasi: Kampung Cikoneng, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung


Waktu: Kamis, 31 Juli 2025


Tokoh/Kontributor: Ustazah Hj. Siti Ramlah (Trainer), Ibu Yayah (Peserta), Relawan PGN Cileunyi


Dokumentasi: Galeri Kegiatan



Perempuan Tak Lagi di Pinggir Dakwah
Di Mushola Al-Hikmah, Kampung Cikoneng, puluhan ibu-ibu berkumpul dengan semangat baru. Bukan untuk arisan atau jualan, melainkan ikut pelatihan dakwah perempuan. Diselenggarakan oleh PGN-KB melalui tim relawan Cileunyi, kegiatan ini menekankan pentingnya pemahaman dasar agama dan keberanian menyampaikan kebaikan, khususnya di lingkungan keluarga.
Pelatihan ini bagian dari program &ldquo;Ibu Cahaya Keluarga&rdquo;, yang digagas untuk membekali ibu rumah tangga menjadi motor dakwah rumah.

Materi: Dakwah Lembut yang Mengakar
Ustazah Siti Ramlah menyampaikan materi bertahap: mulai dari adab berbicara, menyampaikan tausiyah singkat, hingga bagaimana memulai majelis kecil di rumah atau RT.

&ldquo;Jangan tunggu pintar dulu untuk menyampaikan kebaikan. Tapi sampaikan yang sudah kita amalkan.&rdquo;

Antusiasme ibu-ibu begitu terasa. Beberapa bahkan sudah berinisiatif membuat grup WA "Majelis Ibu RT 02" sebagai lanjutan dakwah setelah pelatihan.

Dari Kampung ke Keluarga

&ldquo;Saya malu dulu, ngomong agama takut salah. Sekarang malah anak saya minta diajari doa makan,&rdquo; ujar Ibu Siti, sambil tersenyum bangga.

Kegiatan seperti ini menyadarkan kita, bahwa kekuatan perubahan seringkali datang dari ruang-ruang paling kecil: rumah. Ketika ibu rumah tangga mulai percaya diri, maka arah generasi pun ikut berubah.

Dukung Gerakan &ldquo;Ibu Cahaya Keluarga&rdquo;
Bantu kami memperluas pelatihan ke kampung-kampung lain:
✅ Donasikan kitab kecil &amp; mukena ✅ Ajak istri/ibu Anda jadi peserta berikutnya ✅ Jadilah relawan penggerak di kampung sendiri
Form Relawan PGN | Donasi Pelatihan Perempuan

Artikel Terkait
Kajian Ahad di Kampung CibuntuVisi &amp; Misi PGN NEWS ]]></content:encoded>
        </item>
            <item>
            <title>Santri Mengajar di Kampung Cipacing: Dari Pondok Menuju Pelosok</title>
            <link>https://pgn.or.id/read/8/santri-mengajar-di-kampung-cipacing-dari-pondok-menuju-pelosok</link>
            <guid>https://pgn.or.id/read/8/santri-mengajar-di-kampung-cipacing-dari-pondok-menuju-pelosok</guid>
            <description><![CDATA[ &ldquo;Ilmu itu bukan buat disimpan di rak kitab, tapi ditanam di hati-hati yang haus akan kebenaran.&rdquo; &mdash; Ustaz Salman, Koordinator Program Santri Mengajar PGN Cipacing Fakta Singkat: Lokasi:&#8230; ]]></description>
            <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 02:43:22 +0000</pubDate>
            <category></category>
            <content:encoded><![CDATA[ 
&ldquo;Ilmu itu bukan buat disimpan di rak kitab, tapi ditanam di hati-hati yang haus akan kebenaran.&rdquo;

&mdash; Ustaz Salman, Koordinator Program Santri Mengajar PGN Cipacing

Fakta Singkat:


Lokasi: Kampung Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Bandung


Waktu: Sabtu&ndash;Ahad, 26&ndash;27 Juli 2025


Tokoh/Kontributor: Ustaz Salman, Santri PPL, Ketua RW 05 Kampung Cipacing


Dokumentasi: Dokumentasi Lengkap



Membawa Ilmu ke Kampung Sendiri
Dalam gerimis sore, sekelompok santri dari Pesantren Mitra PGN Jatinangor tiba di Kampung Cipacing. Mereka bukan sekadar datang berkunjung, tetapi mengemban misi: mengajar ngaji anak-anak dan memotivasi warga untuk lebih dekat dengan Islam. Kegiatan ini merupakan bagian dari program "Santri Mengajar" yang rutin diinisiasi oleh PGN-KB (Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung).
Selama dua hari, mereka tinggal di rumah-rumah warga, berbaur, dan berbagi ilmu dengan cara yang lembut dan menyentuh.

Dari Halaman ke Hati
Anak-anak berkumpul di halaman masjid kecil, membawa mushaf kecil dan rasa ingin tahu. Para santri mengajarkan iqro&rsquo;, hafalan pendek, serta kisah-kisah sahabat Nabi.

&ldquo;Santri jangan hanya pandai bicara di dalam pesantren, tapi harus bisa menyatu dengan masyarakat,&rdquo; ujar Ustaz Salman.

Selain mengajar anak-anak, para santri juga menggelar ngobrol bareng bapak-bapak selepas Magrib, membahas adab keluarga dan pentingnya shalat berjamaah.

Dakwah yang Membumi
Ketua RW 05 Kampung Cipacing, Bapak Adang, mengapresiasi kegiatan ini:

&ldquo;Kami senang, anak-anak lebih semangat ngaji. Dulu masjid sepi, sekarang ramai tiap sore.&rdquo;

Santri juga belajar: berdakwah bukan hanya soal ceramah, tapi menyapa, menyapu halaman, dan hadir dalam obrolan sederhana.

Ajak Santri Turun ke Kampung Anda
Program ini masih sangat terbatas jangkauannya. Anda bisa bantu:
Undang program ke kampung AndaDonasi kitab iqro&rsquo; &amp; makanan santriJadi jembatan antara pesantren dan masyarakat
Form Permintaan Santri Mengajar | Donasi Program

Artikel Terkait
Pelatihan Majelis Taklim di CikonengVisi &amp; Misi PGN NEWS ]]></content:encoded>
        </item>
        </channel>
</rss>